Ahmadiyah Indonesia Mengadakan Acara KPA

Medan,SHR - Jama’ah Muslim Ahmadiyah Indonesia mengadakan acara KPA (Kursus Pendidikan Agama) secara serentak di berbagai kota di Indonesia pada tahun ini. Acara ini juga dilaksanakan di kota Medan. Acara ini dihadiri oleh pelajar dan mahasiwa dari usia 7 tahun sampai 18 tahun ke atas. Selama satu minggu, para peserta KPA diajarkan materi-materi keagamaan dari mulai belajar Al-Quran, Hadits, Fiqh, maupun sejarah Islam. Acara ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pengajaran mengenai ajaran Islam sebagai upaya membentuk karakter mereka agar menjadi generasi Muslim yang sholeh dan bertakwa.
Uniknya, dalam acara KPA ini juga diajarkan mengenai materi perbandingan agama. Hal ini bertujuan agar para peserta bisa memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai agama ataupun keyakinan yang lain sehingga mereka mampu menyikapi segala perbedaan dengan toleran. Sikap toleransi inilah yang hendaknya dikembangkan oleh masyarakat di Indonesia mengingat Indonesia adalah negara yang majemuk dan kaya akan keberagamannya.
Dalam kata sambutannya, Muballigh Muhammad Idris yang mewakili Jama’ah Ahmadiyah Medan menyampaikan bahwa Islam mengajarkan bahwa Allah Ta’ala telah menciptakan manusia yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan bukan untuk saling memusuhi. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan dari Tuhan, dan semua perbedaan itu harus disikapi dengan toleransi, saling menghargai dan menghormati untuk mewujudkan perdamaian yang diidam-idamkan oleh semua orang.
Untuk pemberian materi perbandingan agama kali ini, diundanglah rohaniawan dari Budha yakni Bhante Dhirrapunno dari Budha Theravada Indonesia. Bhante Dhirrapunno dikenal sebagai tokoh agama yang sangat aktif di dalam kegiatan-kegiatan lintas iman dan agama. Acara ini dilaksanakan pada Kamis esoknya di Masjid Mubarak, Medan.
Kurang lebih setengah jam materi disampaikan oleh Bhante Dhirra berkenaan dengan ajaran agama Budha yang menekankan kepada cinta kasih dan pengendalian diri. Ajaran Budha yang menekankan kepada “Metta” ataupun cinta kasih diuraikan dengan sangat jelas dalam suasana yang santai dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak usia remaja. Sesekali Bhante Dhirra juga menyelingi penyampaian materinya dengan melontarkan “jokes” yang segar dan “gaul” sesuai dengan gaya bahasa anak-anak “zaman now”.
Setelah pemberian materi, dibuka juga dialog interaktif antara pemateri dengan para peserta KPA. Dialog menjadi terlihat sangat hidup karena aktifnya para peserta melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menurut Bhante Dhirra sendiri sangat cerdas. Beliau menjawab satu persatu pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan penuh antusias juga. Karena waktu yang terbatas dan sudah larut malam, akhirnya acara pun ditutup dan dilanjutkan dengan ramah tamah antara peserta dengan Bhante Dhirrapunno. ..( Has )
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar