Dzikir Bersama dan Tabligh Akbar Polrestabes Medan Dihadiri Ribuan Masyarakat












Medan, (SHR) Dengan bertemakan “Melalui Dzikir Bersama Kita Pelihara Persatuan dan Kesatuan Demi Terwujudnya Kamtibmas Kota Medan dan Sekitarnya yang Kondusif”, Polrestabes Medan, Sabtu (31/3) menggelar tabligh akbar di Lapangan Merdeka Medan.
Tabligh akbar dan dzikir bersama dengan menghadirkan Irjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si (Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Ekonomi) , Imam besar Mesjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin, MSi, Dandim 0201/BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto , Ketua MUI Medan Prof. M. Hatta, Ketua Tanfidziah PW NU Sumut Drs. H. Afifuddin Lubis, MSi, Ketua Muhammadiyah Kota Medan Anwar Sembiring, Ketua Komisi Dakwah dan pengembangan Masyarakat MUI Medan dan Ketua Majelis Taklim KBIH Jabal Noor Usd. K. H. Zulfikar Hajar, Lc, Pengasuh Pengajian Majelis Taklim Halimah dan Ketua Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Sumut Hj Bundah Indah, Ketua Majelis Dzikir Tazkira Sumut dan Pemimpin Rumah Tasawaf Baitul Mustaqfirin AlmAmir Buya Dr. K. H. Amiruddin, MS, MBA, PhD, Pimpinan Majelis Syariah DPW PPP Sumut H Khairul Hamdy Jalaluddin dan tiga ribu orang dari seluruh elemen masyarakat.
Sedangkan dari pihak dari Poldasu juga turut hadir Kapolda, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Wakapolda Sumut, Irwasda Polda Sumut , PJU Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Kapolres Belawan dan Kapolres Langkat.
Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting, Minggu (1/4) mengatakan maksud dan tujuan Dzikir dan Tabligh Akbar ini digelar untuk mempersatukan elemen masyarakat agar terhindarnya dari isu-isu negatif dan konflik antar agama.  Selain itu Tabligh akbar ini bertujuan untuk memelihara kesatuan dan persatuan demi terwujudnya Kamtibmas di wilayah Sumatera Utara.
Sedangkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang memberikan sambutan pada kegiatan tersebut mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tamu yang telah hadir dan selamat datang kepada Prof. Dr. KH Nasaruddin, MA ditengah kesibukannya masih menyempatkan waktu untuk memberikan tausiah kepada warga Kota Medan.
“Menjelang Pilkada Sumut 2018 diharapkan suasana wilayah Kota Medan tetap terjaga aman dan kondusif. Tentunya untuk mewujudkan hal ini diperlukan kerjasama dengan seluruh pihak khususnya para tokoh agama guna membantu menyejukkan suasana Kota Medan. Kegiatan juga bertujuan untuk memelihara kesatuan dan persatuan, terkhusus di Sumut demi terwujudnya Kamtibmas yang baik di wilayah Sumatera Utara. Wilayah Kota Medan ini merupakan barometer wilayah Sumatera Utara oleh karena itu kita bersama harus menjaga keamanan dan kondusifitas Kota medan terkhusus saat Pilkada 2018,” ujarnya.
Sementara Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam sambutannya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir di acara tabligh akbar dalam keadaan sehat wal’afiat dan penuh khidmat. Semoga nomen dzikir dan tabligh akbar ini dapat menjadi sarana dalam meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
“Prov. Sumut ini merupakan salah satu barometer keamanan di Indonesia dan kota medan ini, merupakan barometer keamanan di Prov. Sumut. Dengan upaya dan kerja keras seluruh elemen bangsa, hingga saat ini Kota Medan cukup aman dan kondusif, serta persatuan dan kesatuan bangsa dapat tetap di pertahankan. Maknai perkembangan demokratisasi di Indonesia tentang kebebasan berpendapat saat ini, acap kali dapat mencederai hak asasi, dasar/falsafah negara, serta ensititas bangsa. Antisipasi terhadap isu yang berkembang yang dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat, maraknya pemberitaan hoax, munculnya ujaran kebencian, masih adanya sikap intoleran, berkembangnya ideologi anti Pancasila, pemanfaatan Pilkada dengan penyebaran isu SARA, isu entitas hubungan pribumi non pribumi, isu agitas kebangkitas PKI,  isu keberpihakan pemerintah, isu penyerangan kepada tokoh agama dan Isu-isu lainnya yang dapat memicu konflik di masyarakat,” ujarnya.
Kapoldasu juga berharap kiranya disamping untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, juga dapat semakin menguatkan upaya dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam membangun toleransi antar umat beragama dan menciptakan illim yang sejuk, terutama juga dalam memantapkan stabilitas Kamtibmas.
Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono, M.Si yang turut hadir juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dikegiatan tabligh akbar. Dan atas kehadiran prof. Dr. KH. Nasarudin Umar, MA yang selalu menyampaikan begitu banyak ajaran agama Islam yang menghormati keberagaman, menjalin silaturahmi, serta toleransi satu sama lain.

“Dimalam yang penuh dengan kedamaian dan kesejukan ini kita diberi nikmat kesempatan dan kesehatan untuk mengikuti kegiatan tabligh akbar dan dzikir bersama di tempat ini. Kedatangan saya ke Sumut sebenarnya hanyalah untuk memberikan orasi ilmiah dan silaturahmi dengan pengurus al washliyah. Namun setelah mendengar kegiatan ini dari bapak kapolda, saya merubah jadwal untuk dapat hadir dalam kegiatan ini dan mendengar tausiah. Melihat seluruh elemen masyarakat yang hadir baik TNI-Polri dapat mewujudkan wilayah yang dan kondusif. Jika kegiatan ini dilaksanakan secara terus menerus, maka pembangunan di Kota Medan ini akan cepat sesuai dicita citakan masyarakat dan kesejahteraan akan segera dicapai dikarenakan adanya sinergitas dari seluruh elemen.  Saat ini kita tengah menghadapi pesta demokrasi, dimana didalamnya terdapat beberapa tahapan. Salah satunya tahapan kampanye yang dilakukan bakal pasangan calon untuk dapat memenangkan pilkada. Dalam situasi seperti ini, ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah bangsa seperti adanya Black campaign, merebaknya isu isu ujaran kebencian, SARA dan pemberitaan hoax yang dapat merusak jalinan silaturahmi antar masyarakat,” ujarnya.
Jendral Bintang Dua ini juga menyampaikan jika Sumut menjadi barometer keamanan di Indonesia, maka seluruh masyarakat, Polri dan Pemerintah harus menjaganya. “Saya bangga melihat banyak generasi millenial yang hadir dalam acara ini. Ini merupakan suatu kemajuan dan mudah mudahan semakin banyak generasi muda yang ikut dalam berbagai kegiatan positif seperti ini. Berbagai isu isu negatif serta pemberitaan hoax muncul melalui media sosial. Diharapkan masyarakat dapat memilah berbagai pemberitaan yang diterima jangan sampai terpengaruh oleh pemberitaan hoax tersebut. Bangsa Indonesia memiliki berbagai keberagaman suku, agama dan budaya. Jangan melihat perbedaan yang dapat memecah belah kita namun mari lihat persamaannya yang dapat mempersatukan kita. Indonesia adalah rumah kita mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.,” ujarnya.
Sementara Ketua MUI Kota Medan juga menyampaikan terimakasih kepada Kapolda dan rombongan serta para hadirin dan hadirat dan jamaah yang berbahagia. Dalam tradisi Islam pengajian adalah hal yang dilalui oleh suatu muslim sejak kecil hingga dewasa. Dalam pengajian diajarkan akhlak-akhlak yang baik yang nantinya akan terbawa hingga dewasa.
“Kegiatan ini akan berpengaruh terhadap persatuan dan kesatuan Sumut terkhusus Kota Medan. Kehadiran tokoh-tokoh nasional menciptakan kebhinekaan kesatuan republik Indonesia yang harus dijunjung bersama bahwa kita cinta terhadap segala sesuatu yang ada di Indonesia,” ujarnya.


“Dimalam yang penuh dengan kedamaian dan kesejukan ini kita diberi nikmat kesempatan dan kesehatan untuk mengikuti kegiatan tabligh akbar dan dzikir bersama di tempat ini. Kedatangan saya ke Sumut sebenarnya hanyalah untuk memberikan orasi ilmiah dan silaturahmi dengan pengurus al washliyah. Namun setelah mendengar kegiatan ini dari bapak kapolda, saya merubah jadwal untuk dapat hadir dalam kegiatan ini dan mendengar tausiah. Melihat seluruh elemen masyarakat yang hadir baik TNI-Polri dapat mewujudkan wilayah yang dan kondusif. Jika kegiatan ini dilaksanakan secara terus menerus, maka pembangunan di Kota Medan ini akan cepat sesuai dicita citakan masyarakat dan kesejahteraan akan segera dicapai dikarenakan adanya sinergitas dari seluruh elemen.  Saat ini kita tengah menghadapi pesta demokrasi, dimana didalamnya terdapat beberapa tahapan. Salah satunya tahapan kampanye yang dilakukan bakal pasangan calon untuk dapat memenangkan pilkada. Dalam situasi seperti ini, ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah bangsa seperti adanya Black campaign, merebaknya isu isu ujaran kebencian, SARA dan pemberitaan hoax yang dapat merusak jalinan silaturahmi antar masyarakat,” ujarnya.
Jendral Bintang Dua ini juga menyampaikan jika Sumut menjadi barometer keamanan di Indonesia, maka seluruh masyarakat, Polri dan Pemerintah harus menjaganya. “Saya bangga melihat banyak generasi millenial yang hadir dalam acara ini. Ini merupakan suatu kemajuan dan mudah mudahan semakin banyak generasi muda yang ikut dalam berbagai kegiatan positif seperti ini. Berbagai isu isu negatif serta pemberitaan hoax muncul melalui media sosial. Diharapkan masyarakat dapat memilah berbagai pemberitaan yang diterima jangan sampai terpengaruh oleh pemberitaan hoax tersebut. Bangsa Indonesia memiliki berbagai keberagaman suku, agama dan budaya. Jangan melihat perbedaan yang dapat memecah belah kita namun mari lihat persamaannya yang dapat mempersatukan kita. Indonesia adalah rumah kita mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.,” ujarnya.
Sementara Ketua MUI Kota Medan juga menyampaikan terimakasih kepada Kapolda dan rombongan serta para hadirin dan hadirat dan jamaah yang berbahagia. Dalam tradisi Islam pengajian adalah hal yang dilalui oleh suatu muslim sejak kecil hingga dewasa. Dalam pengajian diajarkan akhlak-akhlak yang baik yang nantinya akan terbawa hingga dewasa.
“Kegiatan ini akan berpengaruh terhadap persatuan dan kesatuan Sumut terkhusus Kota Medan. Kehadiran tokoh-tokoh nasional menciptakan kebhinekaan kesatuan republik Indonesia yang harus dijunjung bersama bahwa kita cinta terhadap segala sesuatu yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama dipandu oleh Ustadz Afif Saleh Adri dan ceramah oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang membahas tentang Keutamaan Nabi Muhammad SAW, Keutamaan Kitab Suci Al-Qur’an, Keistimewaan Indonesia dengan beragam budaya, agama dan adat, namun tetap hidup dalam damai dan penuh toleransi, serta tentang pemerintahan Indonesia untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. (ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276