SPAK Audiensi Di BPK Sumut


Medan (SHR) Komunitas penggiat anti korupsi, yang menamakan dirinya "Saya Perempuan Anti Korupsi" (SPAK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), malakukan audensi ke kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sumut di Jalan Iman Bonjol No.42 Medan, yang diterima langsung oleh ketua BPK RI Sumut, Dra Ambar Wahyuni MM.Ak, Selasa (20/3/2018) siang.

Adapun para wanita penggiat anti korupsi yang bertemu ketua BPK RI Sumut tersebut antara lain,  Kordinator SPAK Provinsi Sumut, Emmi Pasaribu, SH, MH, didampingi Sastra Eil Marpaung, Se, Spd, Ainun Mardhiah, Komalasari, SH, MH, Pera Sagala, Sisil Fikarwin dan Kiky.

Usai audensi dengan sejumlah pengurus SPAK Sumut, ketua BPK RI Sumut Dra. Ambar Wahyuni MM.Ak, yang ditemui sejumlah wartawan mengatakan, sangat mengapresiasi terbentuknya SPAK di Provinsi Sumut.

"Kita apresiasi terbentuknya para pengurus SPAK Sumut. Dalam hal ini BPK RI Sumut siap mendukung sepenuhnya program-program yang akan dilakukan SPAK dalam melakukan pencegahan maupun pemberantasan korupsi", tutur Ambar Wahyuni.

Sementara itu kordinator SPAK Provinsi Sumut, Emmi Pasaribu, SH, MH, melalui Sastra Eil Marpaung, SE, Spd, yang dikonfirmasi wartawan terkait pertemuan tersebut, mengucapkan terimakasih kepada ketua BPK RI Sumut yang sudah memberikan waktu dan tempat kepada SPAK guna beraudensi.

"Kami ucapkan terimakasih kepada BPK RI Sumut, yang sudah menerima audensi kami", kata Sastra.

Dalam pertemuan dengan BPK RI Sumut tadi, jelas Sastra, banyak hal yang dibicarakan dan diskusikan, terutama dalam hal aspek pencegahan korupsi. Namun sangat  disayangkan ketika ketua BPK RI Sumut mengatakan pihaknya hanya menangani kasus korupsi dengan nilai diatas ratusan juta rupiah saja.

"Korupsi sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, berdampak pada penyengsarahan Rakyat. Jadi walaupun tidak sampai seratus juta rupiah uang yang digelapkan pelaku korupsi, sudah jelas terjadi pelanggaran hukum dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku, karena dalam hal ini terjadi perampokan terhadap uang negara", tegas Sastra.

Lebih jauh dikatakan Sastra, program SPAK Sumut lebih mengarah kepada pencegahan korupsi, dengan cara mensosialisasikan kesekolah-sekolah.

"Kedepan kami akan mendatangi sekolah-sekolah, guna menanamkan prilaku anti korupsi sejak dini kepada para murid. Salah satunya dengan cara menciptakan kantin jujur disekolah, dan tidak menutup kemungkinan juga SPAK akan berkunjung ke sejumlah SKPD", ujar Sastra.

Sastra menjelaskan, Korupsi hanya bisa diberantas melalui pencegahan dan penindakan. Untuk pencegahan, yang perlu ditempuh adalah menciptakan pendidikan secara formal sebagai upaya menanamkan prilaku sejak dini kepada anak didik agar mereka menyadari dampak dari korupsi yang hanya menyengsarakan rakyat.

Kemudian, membangun budaya antikorupsi yang nantinya diharapkan bisa berfungsi di setiap lini, komunitas masing-masing, untuk memberikan pencerahan dan kecerdasan kepada para anak dan masyarakat agar mau berperilaku baik, pungkas Sastra. (Ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276