Kanit Pidum Polrestabes Medan Ungkap Kasus Spesialis Pencuri Rumah Mewah Diringkus,


Medan, (SHR) Tiga sindikat pembobol rumah mewah yang ditangkap Unit Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Medan kini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik. Ketiganya terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap.

Adapun ketiga tersangka yang dibekuk di tempat terpisah ini masing-masing Harry Fahrizal alias Ari (35), Sheris Ismoyo alias Sheris (25) dan Virial Yugo alias Aseng (30). Kemudian, ikut diamankan seorang penadah Adnan alias Nanang (50).Saat diinterogasi Wakasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic, terungkap bagaimana ketiga sindikat ini beraksi. Salah satu tersangka bernama Harry menjabarkan bagaimana mereka mencuri."Sebelum melakukan pembobolan rumah mewah, para tersangka ini lebih dulu melakukan pemantauan selama lebih kurang satu minggu. Setelah memahami denah lokasi pencurian, maka mereka menentukan waktu beraksi yang tepat," kata Ronni didampingi Kanit Pidum, AKP Raffles Marpaung, Selasa (21/11/2017) sore.Saat beraksi, lanjut Bonic, mereka lebih dulu melihat lampu di dalam rumah. Jika lampu di ruang tamu padam, maka salah satu pelaku akan berpura-pura bertamu untuk mengelabui masyarakat."Salah satu pelaku biasanya akan mengetuk pintu rumah korbannya beberapa kali. Jika tidak ada jawaban, maka pelaku lainnya datang membawa linggis," ungkap Bonic.Biasanya, lanjut Bonic, para pelaku masuk dari pintu depan. Jika pintu depan sulit ditembus, pelaku ini akan masuk dari jendela ataupun atap rumah."Mereka lihat situasinya juga. Kalau memungkinkan, diusahakan masuk dari pintu depan dengan cara mencongkelnya menggunakan linggis," kata Bonic.Terakhir kali beraksi, sambung Bonic, mereka membobol dua rumah sekaligus di Komplek Grand Castello Medan Johor belum lama ini. Akibat aksinya, dua orang korban Aditya Pramudia (29) dan Elfin Azuardi (29) mengalami kerugian ratusan juta."Beruntungnya, wajah ketiga pelaku terekam kamera CCTV sehingga memudahkan Unit Pidum melakukan pengungkapan. Karena ketiganya melawan saat ditangkap, polisi terpaksa bertindak tegas," pungkas mantan Kapolsek Medan Baru ini.Dari data sementara, ketiga pelaku ini sudah enam kali beraksi. Lokasinya berada di wilayah Medan Johor dan Medan Sunggal. Tiap kali beraksi, para pelaku bisa meraup keuntungan ratusan juta.(ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276