Sebanyak 50 Persen Biaya Konstruksi Ternyata Menggunakan Jasa Perbankan



MEDAN, (SHR)  - Ketua Asosiasi Kontruksi Pemborong Indonesia (Askopindo), Efin Romulo Naibaho mengatakan, pelaku jasa konstruksi mengakui peran perbankan sangat sentral sekali bagi pelaku konstruksi.
"Pembiayaan yang digunakan kontraktor, hampir 50 persen menggunakan jasa perbankan. Sepanjang kontrak yang ada, tidak ada perbankan yang menolak kredit pembiayaan infrastruktur. Sinergisitas perbankan dan kontraktor tidak ada masalah" katanya saat diskusi di Medab Club, yang digelar Medan Jurnalis Club, Kamis (24/8/2017).Namun, diakuinya sejauh ini kesulitan dari pelaku konstruksi yaitu mendapatkan pekerjaan yang sulit."Banyak pembangunan jalan, tapi memang susah mendapatkannya," katanya.Regional Kredit Bisnis Developtment Bank Mandiri Medan, Lima Senina Bangun memgatakan, dari sisi konstruksi, perbankan tidak pernah alergi. Sepanjang ada kontrak, maka bank tidak akan melakukan penolakan, dan pasti memproses.Diakuinya, memang ada beberapa kendala, jika kontrak agak terlambat, sedangkan kerja sudah mulai."Ini perlu kolaborasi yang baik untuk pemberi kontrak agar dipercepat, dan dibawa ke lembaga keuangan untuk mendapat pembiayaan," jelasnya.(*)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276