Perkara Proyek Drainase, Masyarakat Ribut dengan Pemborong


 MEDAN,  (SHR)  - Ramli Tanjung, masyarakat di Jalan Selamat Ujung Kecamatan Medan Amplas menceritakan saat ini warga sedang bersitegang dengan pekerja proyek drainase di Jalan Selamat Ujung.

Hal ini sebut Ramli lantaran galian tanah menutup akses jalan menuju rumahnya, bahkan siang ini sudah ada tiga pengendara sepeda motor terjatuh lantaran licinnya tanah galian proyek drainase.
"Kemarin kami ribut sama mandor proyek, sudah terpancing emosi ini. Jalan ke rumah sendiri pun payah, tadi sudah tiga orang jatuh," jelas Ramli kepada SwaraHatiRakyat.Com, Selasa (8/8/2017).Selain tanah galian yang menutup akses jalan, jembatan menuju rumahnya pun diputus tanpa disediakan jembatan sementara.Saban hari Ramli berjualan makanan dan minuman ringan namun akibat proyek drainase tersebut ia pun terpaksa menutup warungnya.
"Lewat aja tak bisa, mana bisa pembeli datang," sambungnya.Hal yang sama disebutkan warga benama Alamsyah, ia mengungkapkan hingga saat ini pihak proyek tak pernah berkomunikasi dengan pihaknya.
"Tak ada mereka berkomunikasi, kalau berkomunikasi baik dengan warga tak akan seperti ini, gorengan dan teh manis pun kami kasih," ucapnya.Tak jauh dari warga, mandor proyek bernama Mariono Yusman menegaskan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan kepala lingkungan, sehingga tak benar apabila disebut tak berkomunikasi."Kami sudah komunikasi ke kepling, seharusnya kepling lah yang menyosialisasikan ke warga," jelasnyaDihubungi Tribun, Kepala Lingkungan Sembilan, Kelurahan Sitirejo III Medan Amplas Abdul Jalil menyebutkan bahwa permasalahan ini hanya sekadar masalah komunikasi.
"Masalahnya hanya komunikasi kok ini, nanti dicari solusinya," ucapnya singkat.
Berdasarkan pengamatan Tribun di lokasi, pihak proyek melakukan pengorekan drainase sedalam tiga meter.Tanah pun licin, lantaran basah akibat hujan.(ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276