Mendikbud Resmikan SMP dan SMA Boarding School


Deli Serdang,SHR- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP meresmikan Sekolah Katolik SMP dan SMA Satu Padu Boarding School di Tigajuhar, Kecamatan STM Hulu, Deli Serdang. Sekolah ini merupakan sekolah Plus berasrama dan merupakan sekolah dengan gaya pembelajaran sesuai dengan mesin kecerdasan dan personality genetic, Minggu (30/07 ).
 
Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti diikuti pengguntingan pita dan peninjauan lokasi, baik bangunan yang sudah diberi fasilitas maupun yang sedang berjalan.
 
Hadir di acara itu Pastor Propinsial P Giovani Voltan OFMConv dan Pastor Kustos P Maxi dari Italia, Asisten Jenderal untuk Asia Pastor Benedict Baeck, Uskup Agung Medan MGR Dr AB Sinaga OFM, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, Anggota DPRD Mikal T Purba, Direktur SMP Kemdikbud Dr Suparno MPd, Kepala SPN Kombes Pol Edi Yudianto yang mewakili Kapoldasu, Kadisdiksu Arsyad Lubis yang mewakili Gubsu, Ketua Panitai Parlindungan Purba SH MM yang juga anggota DPD RI,Unsur FKPD Deli Serdang dan Pimpinan SKPD terkait serta  Ketua FKUB Deli Serdang H Waluyo.
 
Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud mengungkapkan, di antara kebijakan di Kemendikbud yang sedang disusun, adanya penerapan rapor berisi khusus karakter siswa di luar jam sekolah.Rapor itu mencatat semua kegiatan siswa tapi terintegrasi, dan meminta kepada semua pihak khususnya guru dan orang tua berperan menyususn rapor berisi tentang karakter siswa tersebut.
 
Menurutnya, rapor karakter itu menjadi tanggung jawab guru dalam menyusunnya tapi bersinerji dengan orangtua siswa. Guru menurutnya diwajibkan bekerja menimal 40 jam seminggu bahkan lebih banyak untuk maksud mengarahkan membibing siswa hingga memiliki karakter. Ia mencontohkan, misalnya siswa punya nilai matematika 5 di rapor karakternya baik, maka dapat dipertimbangkan naik ke level yang lebih tinggi, tidak harus tinggal kelas.
 
Mendikbud juga menjelaskan bakal diterapkan tentang pendidikan menyingkat menjadi lima hari, guru harus bekerja 40 jam seminggu dengan waktu 5 hari, dua hari lainnya, dimaksudkan agar guru mendidik anaknya dalam lingkungan keluarga.
 
Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap di sambutannya mendukung sepenuhnya kebijakan Mendikbud dalam penerapan sistem pendidikan. Menurutnya tidak ada kebijakan menteri yang berujung kontraproduktif. "Sama seperti pendidikan di seluruh instansi katolik yang mengutamakan karakter. Di jajaran kami, semua sekolah katolik bebas narkoba bahkan rokok. Sekolah Katolik adalah Lembaga Pendidikan berasas Pancasila dan seratus persen Indonesia," ujarnya.
 
Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan berterima kasih atas kehadiran Mendikbud di Kabuaten Deli Serdang yang tentu menjadi penyemangat untuk memajukan dunia pendidikan yang berkarakter di daerah ini sejalan dengan visi-misi pembangunan Deli Serdang yang maju, berdaya saing, religius dan bersatu dalam kebhinekaan, dan berharap agar Kementeran Pendidikan RI kedepan terus memberi perhatian khusus untuk Kemajauan Pendidikan di Deli Serdang ini. 
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276