Kisah Nestapa Mahasiswa Mikroskil Meninggal usai Dibegal, Dua Pembegalnya pun Turut Tewas


Medan, (SHR)  - Dua tersangka perampokan sepeda motor atau begal yang belum diketahui identitasnya tewas setelah diamuk massa di Jalan KL Yos Sudarso KM 11, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Jumat (21/4/2017) dinihari.Selain kedua pelaku, korbannya bernama David Juliono alias Alim (22) warga Jalan Rencong, Medan Perjuangan juga meninggal dunia.Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Edy Safari mengatakan, awalnya korban hendak pulang menuju rumahnya di kawasan Martubung.
Ketika melintas dari arah Brayan menuju ke Belawan, diduga korban telah dibuntuti sejak dari Brayan.
Sesampainya di Jalan KL Yos Sudarso KM 11, dua pelaku langsung memepet korban.Kemudian, pelaku menikam korban hingga tersungkur."Korbannya sempat menjerit minta tolong. Lalu didengar warga dan pengendara yang melintas," kata Edy. Mendengar ada perampok, warga dan pengendara melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang akhirnya dan diamuk massa."Korban sempat dibawa ke RS Mitra Medika. Namun, karena lukanya cukup parah, akhirnya meninggal dunia," ungkap Edy.Untuk kedua tersangka, belum diketahui identitasnya. Saat ini, jenazah kedua tersangka dititipkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Tingkat II Medan.Sementara itu, Acuan (52) paman kandung korban yang ditemui di kediamannya Jalan Rencong, Medan Perjuangan menyebutkan bahwa David ternyata baru saja selesai mengurus skripsi."Dia itu enggak biasanya pulang malam. Biasa sore sudah sampai di rumah," kata Acuan.
Acuan mengatakan, kemanakannya itu kuliah di Microskill. Karena memasuki penghujung kuliah, mendiang David sibuk mempersiapkan ujian meja hijaunya."Karena urusan skripsi lah dia pulang agak malam. Kami pun enggak nyangka bisa jadi begini," ungkap Acuan yang semula sibuk menyapu halaman rumahnya.
Pria keturunan Tionghoa ini mengatakan, jenazah David dibawa ke balai persemayaman di kawasan Belawan.Rencananya, jenazah anak pertama dari tiga bersaudara ini akan dikremasi sesuai adat mereka.
"Dia selama ini tinggal di Martubung sama ibunya. Kebetulan, ayah dan ibunya sudah pisah," kata Acuan.
Acuan mengatakan, terakhir kali ia bertemu dengan anak adiknya itu pada saat perayaan Imlek.
"Saya sempat dengar dari orangtuanya, kemarin sebelum meninggal dia seperti buang tabiat. Enggak biasanya dia cerita ke mamanya sampai tengah malam," katanya.David Juliono ternyata tulang punggung keluarga.Selama ini, ia rela bersusah payah kuliah dan kerja untuk membantu ibunya.
"Alim ini anak yang baik. Enggak pernah macam-macam dia selama ini. Dia itu tulang punggung keluarga juga," kata Hulian (16), sepupu korban di kediamannya Jalan Rencong, Medan Perjuangan.
Hulian mengatakan, semasa hidupnya, David yang akrab disapa Alim ini dikenal sebagai pekerja keras.
Alim tak pernah mengeluh, walaupun ia kuliah dari hasil keringatnya sendiri.
"Kami sekeluarga tentu sedih lah. Baik sekali dia anaknya. Kok tega mereka itu membunuh Alim," ungkap Hulian.Acuan (52), ayah Hulian menyebut korban menderita luka enam tikaman. Tiga tikaman di bagian dada menyentuh jantung, sisanya ada di punggung."Kemungkinan kemanakan saya ini meninggalkan karena kehabisan darah. Kan banyak sekali luka tikamannya," ungkap Acuan.(ceria)





Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276