Rayakan HUT yang Ke-63, Ini yang Dilakukan Komisariat GMNI Fakultas Hukum USU



MEDAN, (SHR)  - Dalam rangka memperingati HUT Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-63, Komisariat GMNI Fakultas Hukum USU mengadakan Seminar Kebangsaan, di Aula Fakultas Hukum, di Jalan Universitas, Kampus USU, Kamis (23/3/2017).
Ketua Panitia, Regina Manik (21) didampingi Komisaris GMNI Fakultas Hukum USU, Brenada Sihite, kepada www.tribunnews.com mengatakan, tujuan kegiatan dilaksanakan agar mahasiswa semakin menghayati nilai-nilai kebhinekaan. Kemudian dapat menerapkan kebhinekaan dalam upaya revolusi mental Pemuda Indonesia.
"Seminar ini kami laksanakan untuk mengajak pemuda agar semakin mencintai nusantara. Serta bersatu dalam kebhinekaan,"ujar dara berambut sepunggung ini.
Menurut Mahasiswi semester delapan ini, saat ini semangat Bhineka tunggal ika, kian memudar di dalam jiwa pemuda.
Karenanya, sebagai kader GMNI, mereka merasa memiliki tanggung jawab moral memperkuat kesatuan bangsa dari berbagai ancaman.
Baik paham-paham radikal dari luar, maupun isu SARA yang besar potensinya menimbulkan perpecahan di tengah keberagaman Indonesia.
Pantauan wartawan, seminar kebangsaan bertajuk "menerapkan kebhinnekaan dalam upaya revolusi Mental pemuda Indonesia" itu diisi empat pembicara penting.
Antara lain, Wakil Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sumut, AKBP Drs Parlautan Siregar SH MH, Kepala Bidang Pilitik Dalam Negri Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut ,Achmad Firdausi Hutasuhut, Dosen Hukum Tata Negara USU yang juga Alumni GMNI, Edy Murya SH MH, serta Domuara Ambarita Pemred Tribun Medan, diwakilkan.
Selain GMNI, kefiatan tersebut juga diikuti berbagai organisasi lainnya. Diskusi itu berlangsung alot dan partisipatif.
Achmad Firdausi Hutauruk memaparkan, pemuda memiliki peranan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa. Karenanya, pemuda harus menjaga semangat bhineka tunggal ika.
"Jangan hanya slogan, sebagai pemuda apalagi kader GMNI, haruslah mengimplementasikan nilai yang terkandung dalam bhineka tunggal ika di dalam bermasyarakat, ujar pria berbaju kuning itu.
Hal serupa disampaikan Edy Murya. Kata pria berkacamata ini, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang mejemuk, pemuda harus menerapkan upaya penting.
Pertama, mengenal jati diri sebagai bangsa Indonesia. Kemudian, tidak mendewakan kelompok atau etnis sendiri. Serta, benar-benar menghayati nilai yang terkandung di dalam Bhineka Tunggal Ika.
Sedangkan, Parlautan Siregar mengharapkan, agar mahasiswa khususnya kader GMNI di dalam jiwanya tertanam tanggung jawab sebagai pewaris bangsa.
Lalu, kata pria berusia 50 tahun ini, berangkat dari pemahaman adat maupun agama yang kuat. Serta, benar-benar menghargai keberagaman. Sehingga, peluang terjadinya gesekan-gesekan semakin kecil kemungkinannya.(ceria)
 
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276