Meski Tak Lulus SD, Lelaki Tanpa Tangan Ini Berjuang Mati-matian Demi Sekolahkan Dua Adiknya


MEDAN, (SHR)  - Berasal dari keluarga dengan kondisi perekonomian yang kurang berkecukupan, membuat Sugeng Riadi (38) pria yang sejak lahir telah menyandang disabilitas ini harus mengurungkan niatnya untuk melanjutkan sekolah selepas tamat SD.
Bahkan karena keterbatasan biaya, ijazahnya itu hingga kini masih tersimpan di SD Negeri Ladang Bambu, Medan Tuntungan. Sehingga cita-citanya untuk bersekolah pupus.
"Penginnya sih menamatkan sekolah sampai SMA. Cuma gimana, ijazah SD saja tak terambil karena nggak ada biaya. Ya hanya bisa dipendam sajalah," ujar Sugeng, Sabtu (18/3/2017).
Karena tak mampu melanjutkan sekolah, anak keempat dari pasangan Panut (Almarhum) dan Suparni lalu memilih bekerja membantu orang tuanya. Ia bertugas mengambil dan juga memotong daun pisang.
Dirinya melakukan pekerjaan itu hanya dengan mengandalkan kedua kaki dan mulutnya. Ia mengaku tak merasa minder atas kondisinya dan ingin berbuat seperti layaknya manusia yang terlahir sempurna secara fisik.Hingga, sejak tahun 2004 ia memutuskan untuk berjualan tape yang diproduksi oleh ibunya, Suparni. Setiap satu bungkus tape ia banderol hanya dengan harga Rp 1.000.
Menurutnya, pekerjaan itu dilakukannya untuk membantu perekonomian keluarga dan ingin hidup mandiri.
"Tiap hari saya jualan, mulai dari jam sembilan pagi dengan membawa 300 bungkus setiap harinya. Kadang ramai dan dagangannya habis, kadang sepi," ungkapnya.
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276