Masyarakat Siantar Diimbau Tertib Lalu Lintas



SIANTAR, (SHR)  - Polres Simalungun menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Simpatik Toba 2017 dengan sandi Simpatik Toba 2017, Rabu (1/3).Apel ini diikuti pejabat utama Polres Simalungun, ratusan personil polisi, Kapolsek sejajaran Simalungun, Kodim 0207/ Simalungun, Dinas Perhubungan Simalungun, dan Satpol PP Pemkab Simalungun di halaman Mapolres Simalungun, Pematang Raya.
 Apel Gelar Pasukan dipimpin Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto Putro. Bertindak sebagai Perwira Apel adalah Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Sonny Harsono dan Komandan Apel Kaurbin Ops Sat Lantas IPTU Amir Mahmud. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kendaraan bermotor dinas, baik roda dua mau pun roda empat oleh Kapolres Simalungun.Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Sonny menjelaskan, pada operasi Simpatik Toba ini sebanyak 51 petugas Unit Lantas Polres Simalungun dikerahkan.
"Masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah hukum Simalungun agar melengkapi surat kenderaan dan mematuhi peraturan lalulintas pada saat berkendaraan di jalan raya agar tidak menjadi korban kecelakan dalam berlalu lintas," katanya.
Dalam amanatnya, Kapolres Simalungun membacakan amanat Kepala Korps Lalu Lintas Polri. Dikatakannya, Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personel mau pun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
"Masalah kelalulintasan tidak hanya merupakan tugas polisi saja, namun dibutuhkan peran serta seluruh stake holder guna meningkatkan pelayanan kepada masayarakat," kata Kapolres.
Selain itu, kata Kapolres, koordinasi bersama instansi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pembinaan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang saat ini masih dirasakan kurang optimal. Hal ini disebabkan karena belum maksimalnya sarana dan prasarana jalan, regulasi angkutan umum serta rendahnya tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat dalam mematuhi rambu-rambu dan peraturan lalu lintas serta kurang memahami etika moral dan sopan santun di jalan raya.
Dikatakan Kapolres, pada pelaksanaan Operasi Simpatik 2017 ini, ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran operasi. Di antaranya adalah masyarakat yang melanggar lalu lintas yang berpotensi menyebabkan terjadinya fatalitas kecelakaan lalu lintas.
"Ops Simpatik Toba 2017 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia selama 21 hari, mulai tanggal 1-21 Maret 2017. Tujuannya untuk mewujudkan Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik, dan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat di bidang Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas)," ujar Kapolres. (ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276