Aku Dirudapaksa Setiap Kali Ibu Tidak Ada di Rumah


SIANTAR, (SHR) - Ngatiem (38) nama samaran, tak kuasa menahan derai air matanya saat dirinya mengetahui dua putrinya diperkosa, secara bergilir oleh suami sirinya Joko Irawan (29).
Kini suami yang merudapaksa dua anaknya tersebut telah ditahan di Mapolres Siantar, Selasa (28/3/2017).
Dalam laporan awalnya, Ngatiem terkejut bukan kepalang setelah tahu putri sulungnya, JL (19) yang disetubuhi hingga hamil, dan bahkan dinikahi secara diam-diam tanpa sepengetahuan Ngatiem.
Tak rela dua putrinya dijadikan pemuas nafsu, Kamis (17/11/2017) silam, sekitar pukul 14.30 WIB, Ngatiem membawa kedua putrinya, JL (19) dan Mawar (13) nama samaran yang kala itu ke Polres Siantar, melaporkan perbuatan bejat Joko Irawan (29), suami yang menikah siri dengannya.
"Tersangka diamankan sesuai laporan korban dengan nomor polisi LP/477/XI/2016/SU/STR tanggal 21 November 2016. Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) Subs Pasal 81 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Aiptu Malon Siagian.
Joko Irawan (kanan) saat diringkus dan diinterogasi di Ruangan Unit PPA Mapolres Siantar, 

Perkawinan yang dilakukan warga Jalan Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, itu terbongkar setelah Mawar angkat bicara lantaran tak tahan jadi budak seks ayah tirinya.
Mawar saat itu memberanikan diri bicara langsung dengan Ngatiem.
Bahkan, Mawar (13) mengaku diperkosa ayah tirinya sejak duduk di bangku Kelas VI SD. Skandal seks yang dilakukan Joko beawal saat Ngatiem ditinggal pergi suami sahnya, Suyatmin.
Sejak ditinggal, Ngatiem kenalan dengan Joko Irawan yang bekerja sebagai pemecah batu.
Sering main ke rumah, membuat Ngatiem jatuh hati. Ia dan Joko pun menjalin tali percintaan hingga menikah secar siri"Lantaran sudah dekat, jadi kami tinggal serumah dengannya dan kami nikah siri. Memang kami belum menikah secara resmi," kata Ngatiem saat membuat laporan di Polres Siantar.
Sejak itu, Joko Irawan sudah dianggap sebagai suami oleh Ngatiem. Bahkan, dari hubungan itu, Ngatiem dikaruniai dua orang anak.Bahkan, Ngetiem pernah keguguran saat hamil muda.
Informasi dihimpun, Joko menyimpan rasa dan nafsu menyimpang yang besar kepada dua anak tirinya yakni JL dan Mawar. Terlebih, saat itu JL dan Mawar mulai tumbuh dewasa.
Tanpa sepengetahuan Ngatiyem, Joko Irawan mulai melakukan secara perlahan sehingga JL menjadi target utamanya.Joko melakukan aksinya dengan ancaman sadis akan membunuh ibunya jika menolak berhubungan intim.Joko pun menggagahi JL. Setelah itu, Joko berungkali melakukan kebejatannya. Setiap ada kesempatan, Joko kembali menggagahi JL di dalam rumah. Parahnya, JL hingga hamil dan sudah melahirkan anak berusia dua bulan.Mirisnya, meski hamil, Joko tetap merudapaksa JL. Bahkan, Joko diam-diam menikahi JL tanpa sepengetahuan Ngatiyem dan mengontrakkan JL rumah di Kampung Nagahuta, Nagori Bosar, Kecamatan Panei, Simalungun.
Merasa aksinya tak akan terbongkar, Joko makin menjadi. Usai menghamili dan menikahi JL, Joko ternyata juga menyukai Mawar yang kala itu masih berumur (13).
Dengan taktik ancaman yang sama, Joko juga berhasil merenggut kegadisan Mawar yang saat itu masih duduk di bangku kelas VI SD. Takut ibunya dibunuh, Mawar terpaksa rela sekaligus bungkam.
Setahun jadi budak seks Joko, Mawar mulai tak tahan. Meski takut, ia tetap memberanikan diri menceritakan perbuatan bejat Joko ke ibunya."Aku diperkosanya di rumah tiap kali ibu tidak ada," ungkap mawar.Tadinya Ngatiem sempat tak percaya. Tapi, begitu tahu jika putri sulungnya (Jl) juga diperkosa dan hamil hingga dinikahi, barulah Ngatiem percaya. Ngatiem pun memutuskan melaporkan suami sirinya itu ke Polres Siantar."Selama ini aku gak pernah kepikiran kalau dia (Joko) tega menjadikan dua putriku budak seksnya. Kupikir dia pria yang baik dan bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anakku," kata Ngatiem sambil menangis.Sementara itu, Mawar mengakui dan membenarkan jika ia sudah berulang kali diperkosa suami siri ibunya."Pertama kali aku diperkosa, aku diancam dan mulutku dibekap. Terus habis diperkosa, aku dikasih uang 50 ribu," kata Mawar.(ceria) 

Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276