Mont Gomery Munthe : Supir Diminta Jauhi Narkoba



Mont Gomery Munthe saat mengikuti rapat

Medan,SHR-  Terpilihnya kembali Ketua DPC Organda Kota Medan periodde 2017-2022, Mont Gomery Munthe mengatakan, Muscab ini merupakan momentum penting dalam memajukan organisasi untuk memberikan kontribusikan pembangunan di Kota Medan. Selanjutnya kepada seluruh peserta Muscab, Mont Gomery minta terus menjunjung tinggi  semangat kebersamaan dan kerjasama sehingga Oranda menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Kita membutuhkan saran dan masukan membangun untuk kemajuan organisasi yang akan dijalankan kepengurusan baru nantinya. Di samping itu mari kita terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,Unggkapnya
Beliau juga mengharapkan semua pengusaha angkutan dapat menjalin kerjasama kepada organda medan yang dimana maraknya supir-supir mengkomsumsi narkoba,jadi saya berharap bagi pengusaha untuk dapat test urine terlebih dahulu sebelum beliau bekerja.
Ketua DPD Organda Sumut, DR Haposan Siallagan SH MH menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemko Medan yang selama ini selalu membantu dan bersinergi dengan Organda Medan. Oleh karenanya, Organda siap mendukung program Pemko Medan, terutama dalam masalah angkutan di kota Medan.

Di samping kitu kita siap mendukung Pemko Medan dalam rangka melakukan revitalisasi angkutan di Kota Medan, Organda siap mendukungnya. Untuk itu kita minta bantuan Pemko Medan guna memberikan kemudahan-kemudalam dalam revitalisasi nantinya. "Jadi kita jangan gontok-gontokan lagi, mari kita bersatu. Kalau kita bersatu dan duduk bersama dengan pemangku kepentingan, saya yakin hasilnya akan lebih baik lagi," jelas Haposan.

Ketua DPD Organda Sumut, DR Haposan Siallagan SH MH menyampaikan ucapan terima kasihnya juga kepada Mont Gomery Munthe karna kembali lagi menjadi Ketua DPC Organda Kota Medan saya berharap sinergi kepengurusan dapat salin berkerjasama untuk menmajukan organda medan kedepannya.
Dalam hal ini Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Medan di Hotel Dharma Deli Medan, Kamis ( 9/2 ). Mengatakan organisasi yang telah berusia lebih dari setengah abad ini, dapat  mendukung dan memberikan solusi untuk membantu Kota Meabn menciptakan transportasi yang lebih baik. Termasuk, inovasi disertai pemanfaatan teknologi transportasi terkini  guna meningkatkan mutu transportasi di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Akhyar, peningkatan kualitas transportasi di Kota Medan diyakininya akan mampu menarik kemajuan teknologi dan informasi karena aspek ini saling berkaitan, sehingga mampu menjadikan kota seluas lebih kurang 26.000 hektar ini menjadi smart city sekaligus salah satu tujuan kota bisnis MICE (meeting, incentive, convention,  exhibition).
Itu sebabnya, beber Akhyar, salah satu konsep yang  yang tengah diprioritaskan Pemko Medan saat ini yakni smart transportation. Dijelaskannya, konsep ini diperlukan karena Kota Medan mrupakan inti dari seluruh kota sebaran yang ada di sekitar Kota Medan. Melalui konsep ini Medan dapat memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat yang akan  melakukan mobilitas di Kota Medan, terutama masyarakat dari Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Tanak Karo.

Untuk itulah bilang Akhyar, Pemko Medan berencana menghadirkan LRT (Light Rail Transit) dan BRT (Bus Rapid Transit). Khusut untuk LRT, Akhyar mengatakan kini tengah pembahasan di Kementrian Keuangan. "Kita berharap agar konsep LRT ini secepatnya dilaksanakan, guna mengurai kemacetan di Kota Medan," kata Akhyar.

Selanjutnya untuk mendukung kelancaran transportasi di Kota Medan, Akhyar menjelaskan Pemko Medan tahun 2017 ini fokus menyelesaikan perbaikan parit/drainase dan jalan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembenahan moda angkutan. Salah satu yang mendapat sorotan adalah becak bermotor yang kini jumlahnya ditaksir belasan ribu. Akhyar menilai desain becak yang ada saat ini kurang manusiawi, sehingga membuat penumpangnya kurang nyaman.

"Kalau naik betor, kita kurang nyaman. Selain tertutup, kita duduk pun tidak biasa lurus karena kepala akan menyundul tenda becak. Lagian untuk apa betor ditutup, sebab penumpang yang naik tentunya ingin menikmati pemandangan yang ada. Untuk dihapus, tidak mungkin lantaran becak itu ikon dari Kota Medan. Oleh karenanya diperlu dilakukan modifikasi desain becak,"  paparnya.

Di samping itu tambah Akhyar lagi, Pemko Medan tahun ini akan mengoperasikan mobil derek guna mengatasi kemacetan yang disebabkan parkir sembarangan. Apalagi  Perda yang mengaturnya sudah ada, sehingga begitu ada kenderaan bermotor yang parkir sembarangan langsung diderek serta ditilang.

 Tidak itu saja, terang Akhyar, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan juga  terus menambah jumlah CCTV (Closed Circuit Television) di persimpangan di Kota Medan. Selain untuk memantau kenderaan bermotor dan kelancaran arus lalu lintas, CCTV juga digunakan untuk memantau pelaku criminal yang terjadi di jalan.

Selain terobosan yang dilakukan itu, Akhyar pun berharap agar mental para pengguna jalan juga harus diperbaiki. "Apabila budaya tertib lalu lintas tidak kita laksanakan, tentunya upaya yang dilakukan Pemko Medan akan sia-sia. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan mental di jalan raya, tidak hanya supir, juga seluruh masyarakat sehingga perlalulintasan di Kota Medan menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Akhyar Pemko Medan sangat terbuka untuk berdiskusi dengan Organda, termasuk kepengurusan baru yang terpilih dalam Muscab nanti, guna membahas permasalahan angkutan di Kota Medan. Sebab, Akhyar yakin  persoalan yang ada dapat diselesaikan melalui jalan musyawarah.

Kadishub Kota Medan, Renward Parapat ATD MT dalam disambutan singkatnya, berharap kepada pengurus DPC Organda periode 2016-2021 yang terpilih nanti dalam Muscab, dapat mendukung  program Pemko Medan dalam rangka peningkatan pelayanan angkutan kepada masyarakat. Salah satunya rencana program Pemko Medan untuk mengoperasikan kenderaan yang bisa mengangkut banyak penumpang, guna mengatasi kemacetan.

Dalam rangka keselamatan penumpang, Dishub Medan akan melakukan uji kelayakan kenderaan (KIR). Jika angkutan tidak laik jalan, maka kita tidak akan meluluskannya. Sebab, keselamatan penumpang harus diutamakan," tegas Renward.( Uc )


Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276