Ketua DPRD-SU Terima Pengurus Kaji DPRD-SU




Medan,SHR- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) H Wagirin Arman, S.Sos, menegaskan, saat ini banyak orang yang berkarya namun tidak memiliki etika. Celakanya lagi, tidak sedikit pula yang tak mampu berkarya dan tidak memiliki etika.
 "Berkarya dan beretika adalah motto yang sangat luar biasa. Karena sekarang banyak orang berkarya tapi tidak beretika. Betul sama kita, belum tentu betul sama orang. Saling tenggang rasa aja," cetus Wagirin Arman, tatkala menerima audiensi Ketua Komunitas Aksi Jurnalis Independen (KAJI) DPRD Sumut Budiman Pardede, S.Sos dan puluhan jajaran pengurus/anggota, Senin (13/2/2017) pukul 12.00 WIB di gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan. Sembari menyatakan setuju jadi Pembina KAJI DPRD Sumut atas usulan yang disampaikan, Wagirin juga memastikan siap dikritisi Pers sepanjang dilakukan dengan cara-cara sehat dan bertanggungjawab. Sehebat apapun suatu lembaga, kata Wagirin, tidak akan bisa maju bila berjalan tertutup, sendiri atau tidak menjalin hubungan baik dengan pihak lain. "Pola manajemen KAJI yang terbuka begini kepada kita sudah cukup bagus. Tapi kalo memakai istilah bahasa Jawa "selipat-selipat" alias tertutup, ya itu yang susah. Pers kita harap membawa informasi kepada pejabat dan masyarakat," ucap Wagirin. Sebagai orang yang dituakan di DPRD Sumut, Wagirin meyakini akan banyak kontribusi KAJI yang diperlukan. Kelak, Wagirin mengakui bakal bertanya pada KAJI apa-apa yang telah dikerjakan wakil rakyat Sumut di 5 Komisi, 9 fraksi hingga beberapa Alat Kelengkapan DPRD Sumut. "Ada silang komunikasi, ya wajar namun saling melengkapi. Posisi KAJI tak boleh abu-abu melainkan menerapkan motto berkarya dan beretika. Informasi tidak sekadar informasi. Jadilah mitra kami yang mendorong 3 Tupoksi DPRD Sumut semakin baik kedepan," ajak Wagirin.
Didampingi Kabag Inpro DPRD Sumut Benny Miraldy, SE, MSP dan Kasubag Hubungan Antar Lembaga Evelyn Sitanggang, SE, MSP, politisi Partai Golkar Sumut ini melanjutkan, Pers wajib memberi informasi konkret kepada publik. Tidak sebatas info sekilas namun harus akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Informasi separo-separo dipastikannya membuat langkah jadi setengah-setengah. Dia juga mengaku senang KAJI beraudiensi dan mendukung rencana audiensi ke Plt Sekwan, 5 Komisi dan 9 Fraksi DPRD Sumut. "Audiensi akan membantu KAJI dalam membuat program kerja nantinya. Saya tidak mau tertutup dan saya tidak takut dikritisi walau sudah sebagai Pembina KAJI sekarang. Tapi lakukan dengan benar atau penuh tanggungjawab," imbau Wagirin. Supaya ada saling percaya, imbuh dia lebih jauh, langkah silaturrahmi merupakan sesuatu yang strategis. Sebab sebesar apapun kerjasama atau MoU, tapi kalau silaturrahmi tak terbangun, niscaya kesia-siaan belaka. "Saya peduli dan mendorong KAJI berkarya dan beretika. Saya bukan sebatas cakap," tegas Wagirin.
 Pada sisi lain, timpal Wagirin lagi, lembaga DPRD Sumut tidak selamanya normal. Sebab perasaan dan situasional dapat berubah sehingga mempengaruhi pola fikir/sikap setiap orang. Dia mengingatkan, mengenal seseorang bukan sekadar nama tapi patut melihat track record karya dan etika. "Itu perlu saya sampaikan supaya kita jangan salah masuk dan gesekan pemahaman tidak terjadi," aku Wagirin. Makanya, melalui event kegiatan DPRD Sumut yang banyak, KAJI disarankan Wagirin mengambil peran agar DPRD Sumut bisa membantu dan membuat organisasi bergerak maju. Walau DPRD Sumut tak punya anggaran, toh

Wagirin percaya pasti ada cara tepat. "Bila niat kita baik, percayalah akan banyak yang mendukung Pak Budiman Pardede dan kawan-kawan di KAJI. Besok-besok saat audiensi ke Komisi dan Fraksi, sampaikan saja kondisi organisasi. Buka saja dan bilang soal anggaran KAJI yang minus. Bangun informasi atau lakukan pendekatan kepada 100 legilsator melalui pola kerja Pers yang berkarya serta beretika," tutup Wagirin.( Red )

Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276