Bocah SD Ditemukan Tewas Mengenaskan

Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ari Lilipaly
Dolok Sanggul,Sumatera Utara, (SHR) Setelah dinyatakan hilang selama lima hari, Aldi Manata Sibarani (10), warga Dusun Lumban Sibarani, Desa Aek Lung, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), ditemukan tewas mengenaskan di lokasi perladangan warga atau 100 meter di belakang Poskesdes Aek Lung, Jumat (17/2), sekira pukul 13.40 WIB.
Guna kepentingan penyidikan, jasad bocah malang itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul untuk dilakukan visum luar. Sementara untuk memastikan penyebab kematian korban, jasad bocah dari pasangan suami istri (pasutri) Mangatas Sibarani/Br Manalu itu dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Medan untuk dilakukan autopsi oleh dokter forensik.
Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ari Lilipaly saat ditanya wartawan di lokasi RSUD Dolok Sanggul mengatakan, bahwa bocah kelas 4 SD Aek Lung itu dinyatakan hilang sejak hari Minggu (12/2) lalu sekira pukul 17.00 WIB, saat ayahnya menyuruh korban membeli rokok di warung milik warga bermarga Lumban Batu berjarak satu kilometer dari rumahnya. Kurang lebih satu setengah jam, korban tidak kunjung kembali. Saat itu juga orangtuanya melakukan pencarian dibantu warga lainnya.
“Mulai dari Minggu malam hingga siang tadi, warga bersama polisi melakukan pencarian di sekitar TKP, dari rumah orangtuanya sampai ke tempat membeli rokok. Sampai sekitar pukul 14.00 WIB tadi, korban ditemukan tewas oleh seorang warga bermarga Simamora yang sedang menembak/berburu burung di kebun kopi sekitar lebih kurang 200 meter dari warung tempat dia (korban) disuruh membeli rokok, dengan posisi kaki di atas dan kepalanya menyentuh tanah. Tapi posisi badan semuanya tergantung persis di balik tanggul tanah dengan semak belukar dan tumbuhan pakis,” kata Nicolas.
Lebih lanjut, saat ditemukan sebagian jasad korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Di lokasi TKP mereka menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban dengan posisi terpisah lebih kurang 15 meter dari posisi korban. Namun, rokok maupun mancis yang disuruh dibeli oleh ayah korban tidak ada ditemukan di lokasi TKP.
“Keadaan fisik luar, di bagian dada ada lebam-lebam dan sudah mulai keluar belatung dari mata dan mulut korban. Dari keterangan dokter tadi, kepala korban ada sedikit retak. Jadi itulah yang harus kita ungkap. Yang pasti itulah sementara dari kesimpulan kepolisian, korban mati secara tidak wajar dan harus diungkap,” jelasnya.
Ditambahkan, untuk lebih memastikan penyebab kematian korban, pihaknya akan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bayangkara Medan untuk dilakukan autopsi oleh dokter forensik.
“Yang bisa menentukan penyebab kematian seseorang itu adalah dari jajaran kedokteran forensik. Karna di sini belum bisa dilakukan autopsi, jadi kita bawa ke Medan. Jadi sejauh ini, kita masih melakukan penyelidikan. Karna seperti yang saya katakan tadi, kematiannya tidak wajar,” pungkasnya.
Terpisah, pihak keluarga korban, R Sibarani yang merupakan bapak tua korban saat ditanyai di lokasi RSUD Dolok Sanggul, mengaku cukup terpukul dan merasa kehilangan atas kematian putra adiknya tersebut. Dia meminta pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa di balik peristiwa keji terhadap anak kedua dari tiga bersaudara itu.
“Kita sangat merasa terpukul dan berduka atas kejadian ini. Kita minta agar kasus ini segera diusut. Siapapun pelakunya agar segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” harapnya. (ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276