Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba Harus Serius




Medan,SHR-  Badan Pengelolaan Geopark Kaldera Toba diminta untuk serius dalam melakukan perbaikan kawasan Geopark Kaldera Toba sebagaimana disampaikan tim Unesco saat dossier yang diajukan 2014 lalu ditolak. Tanpa keseriusan yang sungguh-sungguh, mustahil pengajuan dossier berikutnya akan berhasil.

Franse Sihombing menekankan hal itu, Kamis (9/2/2017), ketika menghadiri Sosialisasi Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) di Grand Mercure Medan. Franse seorang jurnalis yang aktif menulis tentang Danau Toba ini menanggapi paparan dari Ketua Badan Pengelolaan Geopark Kaldera Toba Alimin Ginting pada saat itu.

"Seharusnya yang dipaparkan bukan itu-itu saja, tapi apa yang sudah dilakukan dan harus dilakukan terkait pointer yang disampaikan tim Unesco ketika dossier kita di tolak pada tahun 2014 silam," ujarnya mengomentari.

Menurut Franse, mustahil akan ada dampak kepada masyarakat jika badan atau lembaga yang dibentuk dan dipercayakan pemerintah mengelola kawasan Danau Toba tidak serius bekerja. Karena masyarakat saat ini membutuhkan manfaat, bukan hanya sekedar mimpi belaka.

Sebelumnya, Alimin Ginting menyampaikan paparan tentang kondisi dan gambaran umum tentang Geopark Kaldera Toba. Dimana, kekayaan alam dan proses terbentuknya Danau Toba akibat letusan maha dahsyat gunung toba. Pihaknya terus melakukan koordinasi ke pihak-pihak terkait untuk melakukan penataan kawasan Danau Toba menjadi sebuah kawasan geopark.
Dalam Pertemuan yang bertujuan mengedukasi masyarakat dan menampung aspirasi dari para tokoh masyarakat tersebut dihadiri Direktur Utama BOPKPDT Arie Prasetio.bekerjasama dengan Horas Halak Hita (H3), BOPKPDT menyampaikan kepada seluruh peserta sosialisasi tentang program kerja dan wewenang yang diberikan sesuai Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. Dijelaskan Arie, pihaknya tetap optimis akan target capaian dunia pariwisata Danau Toba yang menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara hingga 2019.

Selain adanya upaya perbaikan infrastruktur akses transportasi, potensi Pariwisata Danau Toba masih sangat besar. "Danau Toba memiliki keunikan tersendiri dari wisata danau lainnya. Danau-danau yang lebih kecil saja bisa menghadirkan 3 juta wisatawan mancanegara," ujarnya dalam acara yang dihadiri Penasehat H3 Dr RE Nainggolan, MM, mewakili Gubernur Ibnu S Hutomo (Asisten Ekbang), Anggota DPD RI Parlindungan Purba MM, Jadi Pane SPd, Ronald Naibaho, Sihar Cibro, Romein Manalu ST, Drs Sanggam Hutagalung, Ir JB Siringoringo, Ketua Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba Alimin Ginting, Koordinator H3 Sepuh Ginting, Juliski Simorangkir (Anggota DPRD Sumut), Landen Marbun (Anggota DPRD Kota Medan), Sanggam SH Bakkara, Binsar Simatupang dan para tokoh lainnya. Kegiatan ini dimoderatori Prof Sukaria Sinulingga.
Menurut Arie, saat ini masyarakat dunia sudah kembali mengenal Danau Toba. Hanya saja, belum mengetahui tempat-tempat dan kegiatan wisata apa yang bisa dinikmati di kawasan tersebut. Untuk itu, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan kegiatan wisata baik pertunjukan budaya, wisata forestry, agrowisata dan agenda budaya lainnya yang ada di kawasan tersebut.

"Kawasan Danau Toba juga memiliki wisata cerita rakyat yang berkaitan dengan kebudayaan daerah sekitar yang memiliki nilai jual pariwisata," katanya.

Selain keberadaan Bandara Silangit yang sejak 2015 peningkatan sirkulasi penumpang mencapai 700 %. Dan di tahun 2017, pihaknya mewacanakan mengajukan bandara tersebut menjadi Bandara Internasional. Kemudian, pemanfaatan transfortasi kereta api Medan-Siantar juga akan di upgrade sehingga, sebelum akses jalan tol selesai fasilitas-fasilitas tersebut sudah bisa difungsikan.
Sementara itu, Penasehat H3 Dr RE Nainggolan MM mengatakan Kawasan Danau Toba merupakan kawasan yang luar biasa. Daerah yang tidak begitu luas, namun memiliki kekayaan pariwisata yang maha besar. Baik dari sisi penduduknya yang beragam dengan budaya dan bahasa lokal, kekayaan hayati seperti anggrek toba sekitar 300 jenis dan masih 100 anggrek yang telah diidentifikasi (dr Ria N Telaumbanua) ada pinus merkussi dan lainnya. "Demikian halnya dengan proses terjadinya Danau Toba yang memiliki nilai geologis akibat letusan gunung toba," ujarnya.
Kehadiran BOPKPDT menurut Dr RE Nainggolan, harus dapat saling mendukung dengan Badan Geopark Kaldera Toba yang telah dibentuk Gubernur. Dimana BOPKPDT mempersiapkan infrastruktur, pada sisi geopark lah peran masyarakat bisa dilibatkan. Peran masyarakat yang langsung bersentuhan dengan lingkungan dan dunia pariwisata itu sendiri. "Tinggal bagaimana pemerintah mendorong dan ambil bagian di dalamnya. Maka badan geopark harus menggali potensi-potensi yang ada," ujarnya.

Mewakili Gubernur, Ibnu S Hutomo mengatakan pemerintah provinsi Sumut berharap BOPKPDT segera berbenah dan bergerak all out. Dengan harapan, masyarakat setempat akan segera merasakan manfaat dari pembangunan kawasan tersebut. "Danau Toba sebagai motor penggerak ekonomi sektor pariwisata Sumut, menjadi andalan di masa yang akan datang.(  ma )

Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276