Geng Lesbi Pelaku Penculikan dan Penyiksaan Ditangkap

Medan, (SHR), Pimpinan Geng Lesbi pelaku penculikan dan penyiksaan yang nyaris menewaskan karyawan Carrefour, Ridwan (21) warga Jalan Medan - Batangkuis, Gang Getuk, Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Jumat (9/12) lalu, akhirnya ditangkap, Selasa (17/1) malam.
"Dalam kasus penculikan tersebut, ada dua orang yang ditangkap. Kedua pelaku adalah Diana, perempuan penyuka sejenis yang diduga otak pelaku penculikan dan penganiayaan dan rekannya bernama M Irfan. Mereka ditangkap di Jl Seriti kawasan Perumnas Mandala, Medan," ujar Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu.
Faisal mengatakan, kedua orang yang diamankan itu masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Pendalaman pemeriksaan untuk mengungkap komplotan pelaku. Dalam penanganan kasus itu, polisi optimistis dapat meringkus seluruh anggota geng lesbi yang melakukan penculikan, penyekapan dan penganiayaan terhadap Ridwan.
Ridwan selaku korban penculikan mengatakan, ada tujuh orang yang melakukan penyiksaan terhadap dirinya. Kendati demikian, polisi dapat meringkus seluruh pelaku dan dapat dijatuhi hukuman yang paling berat saat sidang di pengadilan nantinya. Soalnya, penganiayaan oleh komplotan geng lesbi itu nyaris membutakan matanya.
Menurutnya, motif penculikan terhadap dirinya berawal dari permintaan tolong seorang penjual lontong, Ani yang sudah lama dikenalnya. Anak Ani bernama Reni sudah berhari - hari tidak pulang ke rumah karena berhubungan sesama jenis dengan komplotan yang dimaksud. Dengan sukarela Ridwan bersedia untuk membantu.
Korban pun mencari anak Ani. Pencarian itu ternyata diketahui Diana sebagai pimpinan geng dan rekan - rekannya. Ridwan kemudian diculik saat keluar dari Carrefour Jl Gatot Subroto Medan. Dia dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil. Di sepanjang perjalanan, korban terus diikat, dilakban dan dipukuli sampai tidak sadarkan diri.
Ridwan kemudian dibawa ke sebuah gubuk kosong di tengah perkebunan di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Korban kembali mendapatkan penyiksaan sampai kembali tidak sadarkan diri. Sekujur tubuhnya ditusuk senjata tajam. Para pelaku diduga sudah merencanakan untuk menghabisi Ridwan. Saat Ridwan kembali tidak sadarkan diri, komplotan itu menyiramkan air ke sekujur tubuhnya.
Korban mengaku sudah berusaha untuk melarikan diri saat pelaku penculikan lengah. Namun, penyiksaan kembali terjadi saat pelariannya digagalkan. Setelah sadar, pemuda malang itu kembali kabur di tengah kegelapan. Ridwan akhirnya lolos setelah mendapatkan pertolongan dari masyarakat. Korban langsung diantar pulang sampai ke rumahnya.
Tidak hanya merampas sepedamotor, mereka juga mengambil dompet korban berisikan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan uang sebesar Rp 1,3 juta. Kasus itu kemudian dilaporkan orangtua Ridwan, Rakino (65) ke Markas Polda Sumut, sesuai dengan Nomor: STTLP/1624/XII/2016/SPKT I. Saat mengadu, identitas pelaku juga diinformasikan kepada polisi.(ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276