Akhyar Salurkan Bantuan PKH Non Tunai Kepada 500 Warga

Medan, SHR - Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi menyerahkan secara simbolik bantuan Program Keluarga Harahapan (PKH) tahap III tahun 2016 kepada 500 warga kurang mampu di Lapangan Sepakbola Jalan Kapten Rahmat Budin Pasar V, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (25/11/2016).

Namun bantun yang berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia itu kali ini tidak diberikan secara tunai melainkan non tunai.  Artinya bantuan itu diberikan melalui ATM bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Untuk itu seluruh warga kurang mampu yang hadir di tempat itu terlebih dahulu mengisi formulir guna mendapatkan ATM tersebut.

Itu sebabnya dalam penyaluran bantuan PKH tersebut, Akhyar tidak menyerahkan uang tunai melainkan kartu ATM. Setelah menerima ATM tersebut, masing-masing keluarga kurang mampu dapat mencairkannya di mesin ATM maupun Kantor BRI. Hanya saja Akhyar berpesan agar pintar-pintar menggunakan uang tersebut.

"Kalau untuk keperluan anak sekolah boleh uang bantuan PKH itu digunakan, sebab mereka merupakan aset untuk penerus pembangunan. Ingat jangan gunakan untuk mengisi pulsa atau membeli handphone," pesan Akhyar sedikit bercanda.

Dihadapan 500 warga kurang mampu penerima bantuan PKH yang umumnya kaum ibu rumah tangga ini, Akhyar selanjutnya menjelaskan, tujuan bantuan PKH ini diberikan meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu. Apabila warga kurang mampu itu meningkat kesejahteraannya, maka bantuan itu dapat dialihkan kepada warga kurang mampu lainnya.

"Jadi jangan beranggapan bantuan ini akan diberi seumur hidup. Untuk itu pergunakan bantuan ini sebaik-baiknya, sehingga ibu-ibu  dapat keluar dari program ini. Sebab, tujuan program ini ini diberikan untuk memutus mata rantai kemiskinan," jelasnya.

Selanjutnya mantan anggota DPRD Medan ini berpesan kepada para pendamping agar selalu objektifitas dalam menentukan warga kurang mampu yang berhak mendapatkan banmtuan PKH tersebut. "Penetapan warga kurang mampu yang berhak mendapatkan bantuan PKH jangan dilakukan atas rasa suka atau tidak suka. Penetapan harus benar-benar objektif, sehingga pemberian bantuan ini tepat sasaran," pesannya.

Untuk mencairkan suasana sekaligus ibu-ibu menunggu giliran mendapatkan ATM, Akhyar pun mengajak dialog seluruh peserta yang hadir. Malah dua orabng ibu-ibu diajak naik ke atas panggung, tempat Akhyar menyampaikan sambutan. Akhyar pun mengajak mereka berkomunikasi, mulai soal identitas, keluarga serta mata pencaharian maupun kondisi ekonomi keluarga disertai sedikit bayolan sehingga membuat seluruh yang hadir tertawa.

Penyaluran bantuan  PKH non tunai itu dihadiri Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosila Republik Indonesia, Nur Pudjianto, Pjs Pemimpin Wilayah BRI Medan, Ely Sofyan, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis, Camat Medan Marelan beserta lurah, Koordinator PKH Kota Medan, Dedy Irwanto serta warga penerima penyaluran non tunai. 

Sebelumnya Nur Pudjianto dalam sambutannya mengatakan, seluruh bantuan sosial dari kementrian Sosial akan dilakukan melalui perbankan, termasuk bantuan PKH. Diungkapkannya, saat ini ada 6u8 kabupaten/kota di Indonesia yang menyalurkan bantuan non tunai melalui perbankan bekerjasama dengan Himpunan Bank negara (Hambara) seperti Bank Mandiri, BNI, BRI serta BTN.

"Untuk wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan kita bekerjasama dengan BRI untuk menyalurkan bantuan non tunai. Sebab, jaringan BRI cukup luas dan sampai ke pelosok-pelosok," ungkap Pudjianto.

Sama seperti Wakil Wali Kota, Pudjianto pun berpesan agar uang yang diberikan melalui ATM itu tidak diambil semuanya. Dia mengajak seluruh ibu-ibu penerima bantuan PKH untuk belajar menabung. "Jadi sewaktu-waktu ada kebutuhan maupun keperluan yang sangat mendesak, uang tersebut bisa diambil dari ATM" imbuhnya.(Red)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276